5 Pertanyaan Cobra untuk Glenn Marsalim

- January 10, 2017 -

Wawancara oleh Prima Rusdi
Foto dok. Glenn Marsalim

glenn_in

Pekerja kreatif bidang iklan dan desain grafis juga blogger/penulis paruh waktu Glenn Marsalim menekuni usaha rumahan tote bag Mangkok Ayam dan Nasi Ayam Jagoan. Tulisan-tulisannya bisa ditemui di linimasa.com. Mari kenali Glenn via 5 Pertanyaan Cobra berikut ini.

1.Diantara banyak kegiatan dan beragam hobi, kenapa tertarik mengeksplorasi visual mangkok ayam dan mengaplikasikannya pada tote dan sarung bantal kursi?

Kebetulan Timehop beberapa hari lalu menampilkan post di FB 6 tahun lalu: Kalau gue dagang, gue maunya dagang barang kacangan. Semua orang bisa beli. Semua orang bisa suka. Masuk ke tempat tinggal dari gubuk sampai gedongan. Rusak tinggal beli lagi gak pake mikir. Tapi tetap bisa bikin bangga dan keren saat menggunakannya.

Kalo motif mangkok ayam sendiri, berawal dari bisnis nasi ayam yang gue udah jalanin. Lagi cari logo. Liat di Facebook ada dua teman, Cecillia Hidayat dan Ryno Bengawan yang jualan kaos bergambar mangkok ayam. Gue tanya apa boleh gambar mangkok ayam itu gue jadikan logo nasi ayam? Ujungnya, jadikan kado ulang tahun. Dari situlah semua bermula.

Gue suka visual mangkok ayam karena ada kenangan, pengalaman dan keakraban bagi banyak orang yang melihatnya. Ada di sekitar kita sehari-hari. Tapi mungkin kita sering mengabaikannya saking lumrahnya. Tapi saat dijadikan kaos, tote, dan sarung bantal, terlihat gaya. Seperti ada keseruan yang ditampilkannya.
 
2.   Di mana kotamu dan bagaimana kamu mendeskripsikannya?

Jakarta. Kotanya kampung, kampungnya kota. Kota yang berserakan. Seperti gudang berisikan banyak barang berantakan, ada banyak celah tersembunyi diantaranya. Celah yang gelap, misterius, sekaligus menjanjikan keseruan. Yang pandai menemukan celah akan menemukan celah-celah berikutnya yang menjadikan hidup di Jakarta istimewa.

 
3.   Di mana ‘ruang’/tempat kerjamu dan bagaimana kamu mendeskripsikannya?

Apartemen gue. Tempat bermain dan hidup. Dipenuhi dengan barang-barang yang gue sukai. Banyak pemberian orang-orang terdekat mengelilingi gue. Membuat gue bukan hanya merasa tidak sendiri, tapi selalu ada yang memperhatikan. Kesederhanaan-kesederhanaan yang berkumpul untuk memberikan rasa nyaman dan tenang. Ketika masuk ke ruang ini, seketika semua kebisingan dari luar hilang. Di saat itulah gue bisa bekerja.
 
4.   Apa materi/bahan/’modal’ (dalam konteks kerjamu) yang paling penting dan kenapa?

Observasi dan kecintaan pada manusia. Karena gue percaya di bidang seni komersial, pada akhirnya semua harus masuk akal dan diterima. Untuk menjamin kelangsungan hidup dan bisnis. Perputaran roda sehingga terus bergerak, Insya Allah ke depan. Mutlak kita harus bisa memahami gejala dibalik segala tindakan. Memahami maksud dibalik yang diucap. Meraba masa depan dibalik semua yang tampak.
 

5.   Menurutmu, apa yang kerap disalahpahami (kurang dimengerti) orang lain dari keragaman minat/bidang yang kamu tekuni saat ini?

Santai dan punya uang banyak. Sering terlihat seperti sedang tidak ngapa-ngapain. Saya tidak berpindah-pindah tempat. Tapi uang datang sendiri. Ideal sekali. Sayangnya itu semua khayalan dan persepsi saja. Selamanya saya bekerja untuk orang lain. Selalu ada boss walau kerja sendiri. Bos masih bisa memahami kesalahan kita. Sementara pembeli adalah Raja. Salah sedikit bisa dipancung.

*kawankawan juga dapat membaca artikel lain dari #5PertanyaanCobra untuk:
Gunawan Maryanto
Motulz