5 Pertanyaan Cobra untuk Kenny Santana

- May 30, 2017 -

Wawancara oleh Prima Rusdi
Foto dokumentasi Kartu Pos/Kenny Santana

Kenny Santana adalah pecinta traveling yang serius. Sejak lama, Kenny kerap berbagi pengalaman mengenai perjalanannya dengan antusiasime tinggi. Setelah kenyang menjadi ‘orang kantoran’, Kenny yang juga pecinta film ini memulai akun IG@KartuPosinsta dan Twitter @KartuPos yang memiliki lebih dari 340 ribu followers, dan situs www.kartupos.co.id. Kenny tak henti menularkan kecintaan akan traveling dengan berbagai cara, terutama membagikan informasi-informasi menarik yang bisa menggugah calon peserta perjalanan yang dikemasnya. Ia juga rajin memperkenalkan beragam tujuan perjalanan yang belum terlalu populer, termasuk tips cara berpergian yang lebih strategis. Ikuti obrolan dengan Kenny Santana melalui 5 Pertanyaan Cobra kali ini,

1.Kenapa tertarik beralih ke bidang traveling sampai mengembangkan Kartu Pos? Apa peluang yang terlihat saat itu? Apa tantangan terbesar untuk mengembangkan Kartu Pos?

Karena passion saya dari dulu memang film dan traveling, jadi dari dulu selalu dekat dengan hal-hal yang berhubungan dengan dua hal itu. Tapi mungkin ‘terjun’ ke traveling sebagai mata pencaharian karena melihat waktu yang dimiliki jadi bisa diatur oleh diri sendiri tanpa terikat jam kantor atau jatah cuti tahunan. Peluang yang saya lihat waktu itu adalah melihat banyak orang yang mau perjalanannya beres dan diurusin orang lain tapi tidak mau terikat jadwal grup tour yang padat. Tantangannya bagaimana memastikan peserta tur puas dengan perjalanan yang dilakukan biarpun prosesnya tidak bertatap muka dengan saya karena hanya lewat virtual chat saja.

2.Di mana kotamu dan bagaimana kamu mendeskripsikannya?

Jakarta, chaotic tapi penuh energi. Pergi ke kota manapun akhirnya hati balik ke rumah yakni Jakarta. Kalau bisa menambah kota kedua, pasti memilih New York, yang sebenarnya juga chaotic in a way, tapi sekali lagi penuh energi yang membuncah.

3.Di mana ‘ruang’/tempat kerjamu dan bagaimana kamu mendeskripsikannya?

Apartemen (tempat tinggal saya di Jakarta), dan kamar-kamar apartemen sewaan selagi traveling. Saya memilih bekerja di ruang sendiri daripada di kafe penuh orang tapi fleksibilitas yang bisa melakukan itu di mana saja selalu membuat saya bersemangat.

4.Apa materi/bahan (dalam konteks kerjamu-boleh dalam konteks pekerjaan secara umum atau spesifik seperti pertanyaan nomor-1) yang menurutmu paling penting dan kenapa?

Supaya saya bisa bekerja dengan baik dan menawarkan trip-trip yang menarik, materi yang terbaik adalah pengalaman traveling saya sendiri. Saya tidak pernah menjual sesuatu yang tidak pernah saya alami. Saya ingin membagi pengalaman saya menjadi bagian dari hidup orang lain juga.

5.Menurutmu, apa yang kerap disalahpahami (kurang dimengerti) orang lain dari bidang yang kamu tekuni saat ini? 

Bahwa semua perjalanan saya adalah liburan. Kadang peserta trip mengerti selagi traveling saya juga harus bekerja. Memastikan trip yang sedang berlangsung itu lancar, melaksanakan tugas bagi klien yang mengundang dan banyak lainnya tanpa terbatas waktu pulang kantor. Jadi kebebasan waktu bagi hidup saya sekarang juga bisa berarti saya harus siap ‘diganggu’ juga tiap waktu bahkan selagi liburan untuk urusan pekerjaan.

*artikel #5PertanyaanCobra lainnya bersama:
Sistus Sitepu
Irma Hidayana
Gunawan Maryanto