5 Pertanyaan Cobra untuk Yu Sing

- January 2, 2017 -

Wawancara oleh Prima Rusdi
Foto koleksi Yu Sing

yusing_in

Arsitek Yu Sing dan para rekannya pada biro konsultan desain Akanoma (Padalarang) meyakini bahwa arsitektur adalah untuk semua orang. Untuk itu, Yu Sing sudah pernah menulis buku berjudul, “Mimpi Rumah Murah” (Transmedia, 2009). Karakter desainnya, terutama untuk karya rumah tinggal, memperlihatkan elemen dari budaya lokal tempat bangunan berada. Kenali sosoknya lewat 5 Pertanyaan Cobra berikut ini:

1. Kenapa (harus) arsitektur?

Tadinya sih pengen malas-malasan. Tidak banyak buku teks. Gambar sambil makan. Eh, tahunya malah lebih banyak tugas waktu kuliah. Akhirnya suka juga. Dan makin tahu bahwa arsitektur bisa jadi sangat merusak bumi. Karenanya melalui studio Akanoma (Akar Anomali), kami ingin menggunakan arsitektur sebagai jalan untuk menyayangi bumi dengan segala isinya.

2. Di mana kotamu dan bagaimana kamu mendeskripsikannya?

Bandung. Dulu dingin. Pagi masih berkabut. Nafas keluar kabut. Kayak naga. Sekarang panas. Ya itu tadi. Membangun terus sambil merusak kota. Mau diperbaiki ya susah banget. Alasannya duit dikit. Gak cukup. Memperbaiki yang rusak emang jauh lebih mahal dan sulit. Jadi ya mesti gotong royong. Semua harus peduli memperbaiki. Dari hal-hal kecil ngurusin sampah organik sendiri jadi kompos, menanam pohon, menampung dan meresapkan air hujan, sampai kalau membangun sebaiknya ramah alam. Semua warga harus ikut. Bisakah Bandung jadi dingin dan nyaman kayak dulu? Bisa. Masih lama.

3. Di mana ‘ruang’/tempat kerjamu dan bagaimana kamu mendeskripsikannya? 

Bangunan studio di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Di kaki bukit. Masih desa, namanya Laksana Mekar. Masih cukup dingin. Banyak pohon. Sebagian lahan studio kami sebut hutan mini. Menanam aneka jenis pohon yang bia tahan dan membesar selama puluhan tahun. Studio kami juga banyak pakai bambu. Jadi kami tanam bambu juga. Bergantung pada alam. Saling membutuhkan. Saling merawat. Kalau lagi desain, bisa ke teras. Meja kecil. Duduk menghadap bukit dan pepohonan. Udara lebih segar. Otak lebih sehat. Ide lebih bersih. Mungkin.

4. Apa bentuk/obyek/material/atau bahan dasar (dalam konteks pekerjaan/profesimu) yang menurutmu paling penting dan kenapa?

Lahan (sisa) tanpa bangunan. Terlalu banyak bangunan dengan sisa lahan sedikit, akan semakin merusak dan lingkungan makin tidak nyaman. Air. Unsur penting. Sangat dasar. Tapi jarang diurusin sungguh-sungguh. Lihat aja sekaya apapun kota atau pemilik bangunan. Berapa banyak yang bisa mengelola air sendiri tanpa jadi beban bagi kota atau lingkungannya? Belum lagi air hujan. Berkah bagi negeri kita banyak hujan. Gak ada hujan? Kelar hidup lo. Tapi nyatanya?Hujan dianggap masalah sumber banjir. Kalau kemarau kekeringan. Belum bisa mengurus hal sangat mendasar, artinya masih payahlah kita ini. Minum aja mesti beli. Padahal bisa banget diurusin. Nah, jangan dulu bicara aspek desain jauh-jauh atau rumit-rumit deh. Kalau urusan mendasar ini aja belum dikerjain.

5. Menurutmu, apa yang kerap disalahpahami (kurang dimengerti) orang lain dari profesimu?

Paling sering adalah kok mahal? Cuman gambar doang? Kedua adalah bahwa arsitek itu profesi yang bikin kaya. Ketiga bahwa arsitektur itu ikut-ikutan tren. Keempat bahwa arsitektur itu hanya bicara keindahan.

*kawankawan bisa membaca artikel #5PertanyaanCobra lainnya bersama:
Ika Vantiani
Beng Rahadian