“Bedchamber Umumkan Album Perdana Geography, Merilis Single ‘Out of Line'”

- December 17, 2017 -

Grup indiepop/rock asal Jakarta, Bedchamber hari ini merilis single terbarunya “Out of Line” yang di ambil dari album perdana Geography yang direncanakan rilis pada Februari mendatang. Sebelumnya Ratta Bill (vokal/gitar), Abi Chalabi (gitar), Smita Kirana (bass), dan Ariel Kaspar (drum, vokal) berhasil mencuri perhatian publik dan menancapkan nama mereka di kancah lokal setelah merilis sebuah album pendek Perennial dan album split Portside, masing-masing pada 2014 dan 2015 lalu. Lewat dua rilisan tersebut Bedchamber disebut sebagai salahsatu eksponen terbaik gelombang indiepop lokal terbaru.

Kini dengan “Out of Line”, Bedchamber mencoba menambah kecepatan dan intensitas musik mereka. Transisi fase pelajar menuju dunia kerja ternyata cukup besar jadi andil yang mempengaruhi. Sering berada dalam tekanan dan tuntutan, menurut Ratta menginspirasinya untuk membuat lagu yang cepat, singkat, namun memiliki daya dobrak yang kuat. “Kondisi gue dan temen-temen saat ini sangat mendorong untuk terciptanya ‘Out of Line’. Tuntutan kerja untuk memberikan yang terbaik dalam waktu terbatas gue rasa juga sesuai dengan bagaimana seharusnya single pertama/perkenalan bekerja,” jelasnya.

Pada departemen vokal, Bedchamber juga membagi ruang bersama Rega Ayundya Putri, seniman dan eks vokalis grup AGGI. Abi, gitaris sekaligus penulis nada vokal pada lagu ini merasa keunikan suara Rega adalah pilihan paling tepat untuk karakter vokal yang ia bayangkan, dari beberapa kandidat sebelumnya.

Meskipun “Out of Line” terdengar masih sangat mewakili warna musik Bedchamber yang telah dikenal selama ini, Smita mengatakan bahwa lagu ini di saat bersamaan juga sangat mewakili apa yang mereka punya untuk album perdana nanti. “Memang ada Perennial-nya, tapi ini juga jadi bagian dari album yang benar-benar harus dinikmati secara utuh. Karena album ini akan berbeda banget, warna dan jenis musiknya akan semakin meluas. Semoga tidak kaget!”.

Lebih jauh soal album perdana nanti, Ariel menutup dengan menjelaskan pula mengapa membutuhkan waktu hingga tiga tahun. “Perubahan yang terjadi di dalam bedchamber sangat cepat, sehingga membuat album yang solid cukup menyulitkan. Tapi akhirnya kami merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendokumentasikan apa yang kami punya dan lewati tiga tahun belakangan. Intinya adalah kebaruan. Kami pun tidak menduga bedchamber akan menjadi berbeda sejauh ini.”