Django – Kamseng Riddim oleh Sinema Pinggiran

- January 9, 2017 -

Teks oleh Allan Soebakir
Image dari Youtube

kamseng_in

Menelanjangi Dan Menikmati Asupan Teler Alternatif Dengan Musik Kamseng Riddim

Semua musik yang tergabung dalam Kompilasi Dentum Dansa Bawah Tanah mendapat perlakuan sama, yaitu dibuatkan music video nya oleh beberapa sutradara, video artist atau pun animator, diantaranya Anggun Priambodo & Henry Foundation dari The jadugar, Edwin Babi Buta dll. Kebetulan saya diminta untuk membuatkan salah satu Video Musik Untuk Django berjudul Kamseng Riddim.

Setelah melakukan riset apa itu Kamseng yang ternyata adalah Restoran di Mangga Besar, tempat singgah setelah malam panjang dengan makanan yang harganya tak cocok dengan kantong saya dan Ridddim adalah Sebutan G4UL untuk Ritme. Dari situ saya memutuskan akan melakukan performence dan memberikan syair pada musik tersebut dengan cara menikmati musik memabukan Django dengan substansi alternatif kaum kantong tipis sambil joget – joget tipis dan kemudian berakhir di persinggahan bubur ayam. Akhirnya saya memilih kost saya sebagai setting untuk rekreasi dengan asupan teler alternatif, mengingat judul kompilasi ini juga adalah Dentum Dansa Bawah Tanah, saya merasa harus mengangkat apa saja substansi rekreasi kaum bawah tanah ke dalam bentuk video sekaligus menelanjangi asupan apa saja yang menjadi candu bagi mereka. Saya memulai sedikit observasi ketempat – tempat biasanya asupan itu dikonsumsi, Pangkalan Jati, Pondok Gede, dan sekitarnya. Ternyata banyak sekali para pecandu asupan teler alternatif itu, hingga saya putuskan akan meminum 4 asupan teler dengan kadar secukupnya, lebih dari itu mungkin saya terkapar. Dan yang saya pilih adalah Alcohol 70% dicampur minuman berkarbonasi, Komix, Antimo, dan Aibon. Hasilnya saya bisa menikmatinya beberapa saat dengan musik memabukan Django – Kamseng Riddim terus berputar–putar ulang di telinga saya hingga saya memuntahkan semua isi perut ke satu porsi bubur ayam.