GOLDEN MEMORIES (Petite Histoire of Indonesian Cinema)

- January 30, 2018 -

GOLDEN MEMORIES (Petite Histoire of Indonesian Cinema)
Sutradara: Afrian Purnama, Mahardika Yudha, dan Syaiful “Paul” Anwar
Produksi: Milisifilem
Penayangan Perdana: 2 Februari 2018, Goethe-Institut Jakarta

Golden Memories mencoba menelusuri bagian sejarah sinema yang selama ini belum dibicarakan jika memetakan perkembangan sinema Indonesia yaitu sinema keluarga atau sinema rumahan (home movie). Sinema jenis ini merupakan sinema purba yang dibuat sejak Lumiere Bersaudara hingga hari ini di seluruh dunia. Sinema keluarga merupakan salah satu representasi kultur sinema yang dibangun oleh publik. Kami menyebutnya sebagai narasi kecil atau sejarah sinema kecil.

Golden Memories adalah filem dokumenter feature pertama yang diproduksi Milisifilem (platform produksi dan pembelajaran budaya gambar bergerak yang diinisiasi oleh Forum Lenteng). Golden Memories disutradarai oleh Afrian Purnama, Mahardika Yudha dan Syaiful “Paul” Anwar. Bagi kami, kerja ini menjadi salah satu usaha untuk menambah dan mengisi kekosongan celah-celah informasi sejarah sinema di Indonesia. Banyak sekali data-data yang masih tercecer dan membutuhkan penggalian lebih lanjut, baik terkait dengan aparatus teknologi, kultur menonton, filem yang diproduksi, pelaku-pelaku, bahasa sinema, hingga lingkungan sosial yang dibentuk dari kehadiran sinema. Informasi dan data yang telah dikumpulkan ini sangat terbuka untuk diakses oleh siapa saja yang tertarik pada penulisan sejarah sinema di Indonesia. Dengan begitu, salinan arsip-arsip tersebut tidak menjadi arsip yang pasif. Semakin banyak yang menggunakannya dengan tujuan penulisan ilmiah, membuat karya audiovisual, dan lain sebagainya, arsip tersebut menjadi semakin berkembang. Berangkat dari usaha untuk mengaktifkan arsip-arsip sejarah sinema di Indonesia yang kami miliki, filem ini kami buat.

Penayangan perdana Golden Memories akan dilaksanakan pada 2 Februari 2018 pukul 19.00 WIB di Goethe-Institut Jakarta, Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 9-15, Menteng, RT. 2/RW. 3, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Metadata Filem
Judul Filem : GOLDEN MEMORIES (Petite Histoire of Indonesian Cinema)
Tahun Produksi : 2018
Rilis : 2 Februari 2018, Goethe-Institut Jakarta
Durasi : 121 menit
Bahasa : Indonesia & Inggris
Rasio : 16:9
Audio : Stereo
Warna : Berwarna
Format : Full HD (1920 x 1080)

Tim Kerja
Sutradara : Afrian Purnama, Mahardika Yudha, Syaiful “Paul” Anwar
Produser : Hafiz Rancajale
Produser Eksekutif : Yuki Aditya
Kamera : Ario Fazrien, Mahardika Yudha, Mohammad Fauzi,
Syaiful “Paul” Anwar
Editor : Mahardika Yudha, Syaiful “Paul” Anwar
Penyelaras Suara dan Warna : Syaiful “Paul” Anwar

Tentang Sutradara
Afrian Purnama. Sejak tahun 2013 aktif sebagai kurator filem dalam perhelatan ARKIPEL – Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival. Ia seorang pecinta sinema yang juga bekerja sebagai penanggung jawab dan penulis di jurnal filem www.jurnalfootage.net yang diterbitkan oleh Forum Lenteng. Saat ini, ia sedang menyelesaikan bukunya tentang Alfred Hitchcock.

Mahardika Yudha. Filem fitur pertamanya diberi judul Rangjebor (2014), yang disutradarainya secara bersama dengan Mohammad Fauzi. Selain membuat filem, ia juga membuat beberapa video dan mengkuratori beberapa pameran seni rupa dan seni media. Beberapa karya videonya telah dipresentasikan di beberapa perhelatan seni internasional, seperti Singapore Biennale 2013 (Singapura) dan Videobrasil 2013 (Brazil).

Syaiful “Paul” Anwar. Golden Memories (2018) merupakan filem fitur keempatnya setelah sebelumnya ia menyelesaikan Dongeng Rangkas (2011), Elesan deq a Tutuq (2013), dan Harimau Minahasa (2015). Ia juga banyak terlibat sebagai penata kamera di dalam filem-filem fitur produksi Forum Lenteng, seperti Naga yang Berjalan di Atas Air (2012), Anak Sabiran Di Balik Cahaya Gemerlapan (Sang Arsip) (2013), dan Marah di Bumi Lambu (2014).

Tentang Milisifilem
Milisfilem adalah platform produksi dan pendidikan gambar bergerak yang digagas oleh Forum Lenteng. Platform ini fokus pada pengembangan metode pembelajaran budaya visual, produksi gambar bergerak, dan sejarah visual. Secara reguler, Milisifilem melakukan pelatihan produksi gambar bergerak melalui eksperimentasi kemungkinan-kemungkinan muasal sebuah visual terbentuk.