Labuan Hati

- February 20, 2017 -

Tahun ini, Lola Amaria Productions ingin memproduksi film yang sedikit berbeda. Ada 2 hal yang kami ånggap berbeda yaitu eksplorasi keindahan alam dan pengambilan gambar dibawah laut.

Film Labuan Hati ini mengambil lokasi syuting seluruhnya di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Kawasan ini sejar lama sudah menjadi destinasi favorit wisatawan yang mencintai keindahan laut, selain karena keberadaan Komodo sebagai binatang purba yang langka. Kami ingin mengekplorasi keindahan alamnya sebagai latar belakang cerita dari film ini.

Kami sadar betul, kawasan ini luar biasa indah sampai bingung memilih mana saja sudut sudut keindahan alam yang akan digunakan dalam film ini. Setelah melalui discuss yang panjang kami akhirnya memilih beberapa lokasi yang dianggap menakjubkan.

Film ini memiliki tantangan produksi yang tinggi yaitu 25% pengambilan gambar akan dilakukan dibawah laut. Karena belum pernah melakukan sebelumnya, kami berusaha untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin. Kami bekerjasama dengan tim khusus underwater yang sudah berpengalaman melakukan pengambilan gambar dibawah laut dan tim rescue yang siap sedia dengan segala kemungkinan. Begitu juga dengan equipment untuk underwater. Kami berharap dengan detil persiapan yang ada, semua akan dapat berjalan sesuai rencana.

Diving dan free dive adalah extreme sport yang seat ini sangat berkembang sejalan dengan berkembangnya beberapa kawasan laut sebagai destinasi wisata termasuk di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Banyak sekali spot diving yang menarik diantaranya adalah Manta Point dimana kita bisa menyaksikan dari jarak dekat binatang laut yang dikenal dengan nama Manta Ray, hampir mirip dengan ikan pari.

Tapi bukan film Lola Amaria kalau tidak bercerita tentang persoalan-persoalan sosial yang diangkat dari berbagai paradigma. Film inipun bercerita tentang 3 perempuan berbeda usia dan karakter yang bergelut untuk menyelesaikan masalahnya masing-masing. Dalam upaya mereka ternyata timbul masalah baru yang akan merusak hubungan mereka. Bagaimana masing-masing harus bersikap dan menyelesaikannya?

Perempuan sering ditafsirkan sebagai manusia yang sulit ditebak. Kalimat ini sering kami dengar dari banyak sumber, terutama dari pihak laki-laki. Ada yang mengesankan secara serius ada juga yang hanya just kidding. Film ini dikemas untuk menceritakan who are women and what women really want. Bukan film berat karena sekedar ingin menarasikan apa yang kita pikirkan sehari-hari tentang perempuan dan segala hal yang berhubungan dengannya. Mungkin saja ia adalah pasangan kita sendiri.

Cerita film ini ditulis oleh Titien Wattimena. Ini kolaborasi kedua antara Lola Amaria dan Titien Wattimena setelah Minggu Pagi di Vitoria Park (2010). Lola menilai pengalaman Titien dalam beberapa film sebelumnya sangat pas untuk bercerita tentang perempuan dari banyak sudut pandang. Walau tidak banyak, tentu didalamnya juga ada pandangan-pandangan tentang laki-laki.

FILM LABUAN HATI
Producer & Director: Lola Amaria
Screenplay: Titien Wattimena
Line Producer: Sari Mochtan
Director of Photography: Sony Seniawan
Art Director: Asep Suryaman
Editor: Aaron Hasim
Music Composer: Indra Perkasa
Sound Designer: Adityawan Susanto
Wardrobe Stylist: Sally Anindita
Make Up: Ucok Albasirun
Actor: Nadine Chandrawinata, Kelly Tandiono, Ully Triani, Ramon Y Tungka