Menonton, Berdendang dan Makan Bersama di Film Musik Makan 2017

- February 20, 2017 -

Tiga Film Peraih Penghargaan Internasional, Rilis Musik Terbaru, dan Lapak Makan Sineas

FILM MUSIK MAKAN, sebuah acara tahunan yang diadakan oleh KOLEKTIF kembali menghadirkan sajian lezat dari mulai pemutaran film, pertunjukan musik dan menu makanan. Di tahun keempatnya, FILM MUSIK MAKAN 2017 akan diadakan di Goethe Institut pada hari Sabtu, 4 Maret 2017. Ada tiga film panjang yang akan ditayangkan dalam acara ini.TURAH sebuah film panjang perdana oleh Wicaksono Wisnu Legowo yang diproduseri oleh Ifa Isfansyah. Film TURAH sudah mengantongi beberapa penghargaan Special Mention Asian Feature di Singapore International Film Festival 2016 dan juga GEBER & NETPAC Awards di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2016. Wicaksono Wisnu Legowo sang sutradara menyatakan, film yang berlatar dearth Tegal ini tidak menyajikan cerita yang menyayat hati atau karakter-karakter yang buut simpati. “Saya menghadirkan kehidupan sekelompok manusia yang berusaha untuk bertahan dengan cara masing-masing, demi kehidupan indah yang mereka idamkan.” ungkapnya.

Selain itu, ada juga film APPRENTICE karya sutradara asal Singapura, Boo Junfeng. Film ini juga merupakan Official Selection Un Certain Regard – Cannes Film Festival 2016 dan juga Official Entry Singapore for Best Foreign Language Film Academy Awards 2017. Kembali ke tanah air, film yang tidak kalah ditunggu adalah film panjang perdana karya BW Purbanegara, ZIARAH. BW Purbanegara berjaya di beberapa festival film internasional lewat film-film pendeknya seperti Bermula dari A dan Cheng-Cheng Po. Film Ziarah sudah mendapat penghargaan di Salamindanaw Asian Film Festival 2016 sebagai Best Asian Feature.

Dalam panggung musik, akan tampil Pandai Besi yang merupakan grup band kolektif dari band Efek Rumah Kaca. Karier mereka dimulai sejak 2013 setelah sukses merekam album Daur Baur di studio musik legendaris, Lokananta. Rekaman ini juga mengajak publik berkontribusi lewat sistem crowd funding. Kesuksesan Pandai Besi bukan sekadar dirilisnya album Daur Baur saja tetapi mereka dianugrahi Album Lokal Terbaik oleh Majalah TEMPO di tahun 2013. Film dokumenter Siar, Daur Baur yang merupakan dokumentasi perjalanan Pandai Besi selama rekaman di Lokananta juga dirilis tahun 2013 dan didistribusikan oleh Kolektif ke berbagai rekanan pemutar film di Indonesia. Di bulan Maret 2017 mendatang, Pandai Besi bersiap kembali merilis lagu terbarunya dan menyapa pecinta musik dengan penampilannya di Film Musik Makan 2017.

Menu kuliner lezat yang kali ini dipersembahkan oleh Lapak Makan Sineas. Ada tiga sineas Indonesia yang tidak hanya berkontribusi memberi tontonan alternatif tetapi juga meracik bumbu dan makanan yang siap dinikmati. Lola Amaria, aktor dan juga sutradara ini piawai meracik makanan di Nasi Pedes Cipete. Pemenang Best Director JIFFEST 2010 untuk film Minggu Pagi di Victoria Park ini akan menyajikan racikan terbarunya, Mie Ayam Kecombrang. Ada juga Batara Goempar, sinematografer yang terlibat dalam film Aach…Aku Jatuh Cinta dan Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar akan menyajikan makanan has Batak Panggang Bro lengkap dengan sambal andalimannya. Terakhir, Loenpia Semarang dari Sego Cempluk olahan resep keluarga Aline Jusria juga bisa disantap di Film Musik Makan 2017. Aline merupakan editor peraih Piala Citra 2010 untuk film Minggu Pagi di Victoria Park.

Acara ini diadakan hari Sabtu, 4 Maret 2017 mulai jam 12.00 sampai 23.00 dan berdonasi senilai 200.000, untuk seluruh rangkaian film dan musik di luar makanan.

Reservasi dan informasi bisa langsung melalui email: filmmusikmakan@gmail.com atau 085693346659 (SMS/WhatsApp)

Tentang KOLEKTIF:
Kolektif merupakan inisiatif distribusi film dari Yayasan Cipta Cita Indonesia, khususnya pemutaran alternatif ke ruang-ruang publik sejak tahun 2013. Kolektif bergerak dan mencari peluang kegiatan pemutaran serta lokakarya yang berkaitan dengan manajemen pemutaran film skala komunitas, bersama komunitas-komunitas di seluruh Indonesia. Selain di Jakarta, Kolektif juga sudah mengadakan kegiatan di Aceh, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Palu, Makassar, Bali, Kupang, Ambon, dan akan terus berkegiatan di ruang-ruang alternatif lainnya. Kini KOLEKTIF mendistribusikan lebih dari 25 judul film ke lebih dari 50 rekanan komunitas di dalam maupun luar negeri, dan menjangkau hampir 9000 penonton di tahun 2016.