Pameran tunggal Narpati “oom leo” Awangga, bits & pix di PLATFORM3

- April 10, 2012 -

PROJECT no 11
bits and pix by Narpati Awangga a.k.a oomleo
14 April – 5 Mei 2012

PLATFORM3
Jalan Cigadung Raya Tengah no. 42 (Studio Rosid)
Bandung

PLATFORM3 dengan bangga mempersembahkan bits & pix, sebuah pameran yang menampilkan karya-karya Narpati Awangga, alias oomleo. oomleo (lahir di Jakarta, 8 Maret 1978) adalah seniman muda yang pernah berkuliah di Studio Seni Grafis di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Selama ini orang lebih mengenal nama Oomleo sebagai sosok musisi, disainer, penulis, penyiar radio, MC, DJ dan pegiat komunitas seniman ruangrupa. Para penggemar musik tentu lebih mengenalnya sebagai anggota kelompok musik elektronik Goodnight Electric. Tak banyak yang tahu bahwa ia juga seorang perupa yang telah lama bekerja dan mengembangkan teknik dan gaya visual yang khas.

bits & pix adalah pameran tunggalnya yang pertama, yang akan menampilkan karya-karya cetak digital dan video Oomleo selama 3 tahun terakhir. Sejak pertama kali jatuh cinta pada ‘ benda ajaib’ bernama komputer, hidup Oomleo tak pernah bisa lepas dari berbagai bentuk kebudayaan digital. Ia mengaku bahwa lebih dari separuh hidupnya dalam sepuluh tahun terakhir ia habiskan bersama dengan komputer. Ia mencintai komputer lebih dari benda apapun–sudah sejak lama ia tidur dan makan bersama komputer–dan seringkali rela untuk melakukan apapun untuk memenuhi hobinya mengunduh berbagai materi dari internet.

Dalam pergaulannya yang intens dengan komputer itulah, Oomleo menemukan suatu genre seni atau bahasa rupa yang menurutnya mencerminkan semangat jaman digital, yakni seni piksel (pixel art).Piksel adalah sekumpulan titik yang biasa kita lihat saat berhadapan dengan monitor komputer, yang muncul melalui pijaran cahaya yang dihasilkan oleh gelap-terang lampu RGB (ataupun sistim perubahan warna pada tampilan layar kristal cair / LCD). Cara pembuatan seni gambar berbasis piksel ini sangat khas dan memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Berbeda dengan gambar dengan format vektor digital, gambar piksel mematok rancangan gambar berdasarkan ukuran-ukuran resolusi dan pembingkaian atau framing.

Karya-karya dalam bits & pix tidak saja mencerminkan prinsip estetik baru–’estetika digital’–yang lahir oleh karena teknologi komputer, tapi juga suatu bentuk adaptasi dan translasi budaya global yang didominasi oleh kepercayaan pada teknologi informasi. Dalam karya-karya Oomleo, kita tidak saja menemukan lingua franca digital, tapi juga kecakapan tangan (craftsmanship) dan simbol-simbol yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Humor dan keisengan berkelindan dengan absurditas; komposisi gambar yang serba mini, rumit, khaotik; semua itu jalin-menjalin menjadi seni piksel yang kuat dan berkarakter.

(PLATFORM3)