Sajama Cut Rilis Ulang Dua Album Pertama Mereka Dalam Format CD

- February 21, 2017 -

Apologia dan The Osaka Journals dirilis ulang dengan bonus track baru.

Dua album awal dari Sajama Cut, Apologia dan The Osaka Journals, dirilis ulang oleh label Kebun Suara pada akhir Februari 2017 ini. Dua album yang memiliki karakteristik cukup berbeda ini dirilis bersamaan, karena menurut Marcel Thee sang vokalis, Apologia dan The Osaka Journals hakikatnya adalah sebuah kesatuan.

“Meskipun masing-masing memiliki presentasi yang berbeda, tekstur emosional dan nilai historisnya bagi gue merangkum era Sajama Cut yang spesifik dan sama,” ucapnya.

Apologia, debut album Sajama Cut, dilepas pada 2001 silam. Hingga kini, Sajama Cut masih sering mendapat pertanyaan seputar Apologia dan harga kasetnya meroket tinggi. “Apologia dibuat tanpa audiens sama sekali. Kita hanya ingin menuangkan kecintaan kita pada musik-musik yang kita dengarkan pada zaman itu, pada khususnya Norwegian Black Metal seperti dua album pertama Burzum dan Emperor, serta musik-musik Industrial seperti Cabaret Voltaire, Coil, dan Einstürzende Neubauten,” papar Marcel.

Sementara The Osaka Journals adalah album kedua Sajama Cut yang dirilis tahun 2005 lalu. Album ini dirilis oleh Universal Music Indonesia, dan dirilis ulang dalam format vinyl dan kaset pada 2013.

The Osaka Journals adalah refleksi langsung dari itu semua. Kita berhenti menggunakan distorsi, bernyanyi dalam bahasa Inggris, dan mulai memasukkan banyak sekali elemen musik country dan folk seperti Hank Williams, Son Volt, Whiskeytown,” ujarnya.

Album yang berisi lagu seperti Fallen Japanese dan Fin ini juga mendapat tanggapan positif baik dari media maupun pemerhati scene musik lokal. “Mendengarkan album ini membuat saya bangga dan senang. Bukti bahwa band lokal dapat menghasilkan sesuatu yang berbeda dengan band-band indie pop/rock lokal pada umumnya,” ucap Arian 13, vokalis Seringai.

Menurut Marcel, kontradiksi kedua album ini dilakukan dengan sangat sengaja. Dari awal, ia ingin Sajama Cut menjadi wadah artistik yang dapat bermutasi tanpa menanggalkan lapisan emosional dan melodi yang menjadi karakter mereka.

Apologia dan The Osaka Journals kini sudah bisa didapatkan lewat mail order dengan harga RP 60.000 per kepingnya. Sajama Cut juga menyediakan family pack: paket dua CD “Family Pack” dengan harga yang lebih murah, hanya Rp. 100.000. Untuk merayakan reissue ini, Sajama Cut juga memberi bonus track lagu Mari Bunuh Diri dari Apologia yang direkam ulang.

Tracklist Apologia:
1. Momentum Dimana Terluka
2. Romantika Haram
3. Nostalgia Laknat
4. Murtadnya Diriku
5. Lagu Dosa
6. Imaculata
7. Analogi Sayat
8. Terdampar
9. Elegi
10. Berjalan Diatas Gelas Kaca
11. Pecah Belah
12. IY
13. Mari Bunuh Diri
14. Satu Sloki Untuk Masa Depan

Tracklist The Osaka Journals
1. Season Finale
2. Fallen Japanese
3. Alibi
4. Scarllet(Paramour)
5. It Was Kyoto, Where I Died
6. Take Care, Inamorata
7. Idol Semen
8. Lagu Tema
9. Nemesis/Murder
10. Fin
11. Less Afraid

Tentang Sajama Cut
Sajama Cut terbentuk pada tahun 1999 di Jakarta, Indonesia dan dikenal sebagai salah satu band yang meledak pada era musik independen awal 2000-an. Mereka telah merilis 4 album, sejumlah mini album yang banyak mendapatkan pujian dari khalayak dan kritisi musik dalam dan luar negeri, serta berpartisipasi di beberapa soundtrack dan album kompilasi, termasuk di antaranya film “Janji Joni” dan juga “JKT: SKRG” yang legendaris. Single mereka. “Less Afraid,” “Fallen Japanese,” “Alibi,” “Painting/Paintings”, dan “Fatamorgana” menembus posisi pertama di beberapa chart di radio.

Sajama Cut telah menerima banyak liputan dan apresiasi dari publikasi seperti Rolling Stone, HAI, Nylon, Esquire, Trax, FHM, The Jakarta Post, etc. Mereka juga telah tampil di beberapa siaran langsung di TV seperti Indonesian Morning Show, beberapa acara di MTV Indonesia, Radio Show, etc.

Sajama Cut telah bekerja dengan beberapa musisi dan videografer dari Amerika Serikat, Inggris, Luxembourg, Jerman, Singapura, Jepang, Norwegia, Swedia, Belanda dan sebagainya.

Sajama Cut telah tampil di banyak konser, di antara dengan band-band kelas dunia seperti Asobi Seksu, MGMT, The Whitest Boy Alive, Ruins Alone, Ken Stringfellow, The Radio Dept., Sore, White Shoes and the Couples Company dan The Brandals.

Band ini terkenal karena keaktifannya dalam berkolaborasi dengan artis artis kontemporer baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk di antaranya Broken Machine Films, Ika Vantiani, Anggun Priambodo, Katherine Karnadi, dan banyak lagi.

Album teranyar mereka “Hobgoblin” yang dirilis pada Juni 2015 secara kilat menjual habis cetakan pertamanya sebanyak 1000 kopi. Album tersebut dirilis di bawah naungan label Elevation Records dalam format vinyl 12″, CD, dan kaset. Dalam album ini, Sajama Cut berkolaborasi dengan 20 pelukis, ilustrator, penulis puisi, videografer dan sutradara sebagai bentuk kampanye promosinya.

http://facebook.com/sajamacut

http://instagram.com/sajama_cut
http://sajama-cut.com

Media Relation: Alvin Bahar
08978175132
alvinbahar93@gmail.com

Booking: SRM Band Management
+62818496654
srmbandmanagement@gmail.com