Sugarkane Rilis Mini Album “In A Mess”

- December 23, 2017 -

Setelah sempat menghilang selama beberapa waktu, Sugarkane, unit noise rock/riot grrrl asal Bogor kini kembali dengan mini album terbaru yang diberi judul In A Mess setelah sebelumnya merilis single baru berjudul “Unhinged” pada bulan Oktober lalu.

Terbentuk pada tahun 2013, Sugarkane memainkan musik noise rock kasar penuh distorsi dengan sound gitar yang bersipongang dan menderau. Nama Sugarkane kemudian perlahan-lahan mulai menyeruak setelah mini album kedua mereka yang berjudul Goof Around dirilis pada pertengahan tahun 2016. Hal itu kemudian ditunjang dengan jam terbang mereka yang semakin tinggi dan performa live yang atraktif, agresif, dan sarat energi. Kemunculan mereka di scene musik lokal Bogor menjadi salah satu penyegar di tengah proses regenerasi yang berjalan sangat lambat.

Namun di tengah pergerakan mereka yang kian menggeliat, sang vokalis Dila yang juga menjadi ikon dari Sugarkane memutuskan untuk mengundurkan diri. Sugarkane kemudian memilih untuk tidak tampil live sementara waktu dan berkonsentrasi mengumpulkan materi lagu sembari melakukan pencarian vokalis terbaru. Pencarian yang berhasil membuahkan pengendali corong microphone baru bernama Lucky Julian. Tak memakan waktu lama, bersama Lucky Sugarkane lalu merekam lima buah materi lagu secara live di Fake Hero Studio, Bogor. Salah satunya adalah single “Unhinged” yang dirlis pada tanggal 11 Oktober 2017 lalu.

Mini album In A Mess dirilis dalam format kaset oleh Hujan! Rekords dan Tromagnon Records, dua label asal Bogor yang juga pernah bekerja sama dalam merilis mini album milik The Kuda dan Texpack. Memuat lima buah lagu berbahasa inggris dengan tema lirik yang cukup lugas dan beragam, In A Mess merupakan sebuah mini album yang solid dan meledak-ledak, bahkan sedari detik pertama. Sepanjang album, In A Mess menyuguhkan raungan distorsi kasar dengan ketukan drum yang bertenaga dan menderap, derau bass fuzzy, serta vokal berteriak. Grup yang kini diperkuat oleh Lucky (Vokal), Omen (Gitar), Regi (Gitar/Bass) dan Daryl (Drum) banyak terpengaruh oleh band-band seperti Babes In Toyland, The Muff, Mudhoney, dan Bikini Kill. Liner notes untuk In A Mess ditulis oleh Dede, founder dari blog musik esensial Wastedrockers.

Kasar, singkat, menderau, dan bersipongang menghantam gendang telinga. Musik yang Sugarkane mainkan jelas bukan selera semua orang. Secara sadar mereka memasukkan berbagai macam bebunyian yang memungkinkan untuk dihasilkan oleh perpaduan gitar, bass, dan drum yang saling bertabrakan. Mereka tidak hanya menampar, tapi menendang tepat di muka dan meninggalkan bekas lebam. Sugarkane ibarat tamu petantang-petenteng yang berjalan di gang perkampungan tanpa permisi dan malah berseloroh “Tangkurak Sia Bejad[1]” ke semua orang yang berpapasan.

Single “Unhinged” masih dapat diunduh secara bebas melalui kanal Soundcloud Hujan! Rekords dan Tromagnon Records. Sedangkan mini album In A Mess dengan bonus berupa kode unduh untuk versi digital dibanderol seharga Rp 45.000 dan sudah dapat dipesan mulai tanggal 19 Desember 2017 melalui situs Hujan! Rekords di www.hujanrecords.com atau e-mail di hujanrekords@gmail.com.

[1] Umpatan Bahasa Sunda yang bermakna sangat kasar

Sugarkane – Unhinged

https://soundcloud.com/tromagnonrecs/sugarkane-unhinged

Kontak Pemesanan Album:
hujanrekords@gmail.com
www.hujanrecords.com

Kontak:
Instagram.com/hujanrekords
Instagram.com/tromagnonrecords
Instagram.com/sugarkane_ina
Twitter.com/hujanrekords
Twitter.com/tromagnonrecs
Twitter.com/ sugarkane_ina